Thursday, 12 July 2007

Smart

Lebih mudah  mana memilih antara dua hal, atau memilih diantara banyak hal. Mungkin sebagian dari kamu akan menjawab “tergantung donk, milih apa dulu”, jawaban tergantung inilah yang merupakan indikasi suatu kesulitan dalam memilih. Lebih mudah memang jika ada pilihan dari pada tidak ada pilihan. Jika pilihannya dua,  bagi sebagian orang akan relatif mudah, tetapi bagaimana jika pilihan itu tiga, empat, atau lebih dari itu, bagaimana memilihnya seringkali mejadikan kita pusing kepala, apalagi jika ternyata yang kita pilih adalah pilihan yang kurang tepat.









Dunia berkembang dengan pertumbuhan yang exponential, dengan pertumbuhan itu jumlah pilihan yang menghadang kita akan terus bertambah terus setiap harinya. Apakah ini akan mempermudah seseorang, jawabannya bisa iya bisa juga tidak.









Contohnya, sekarang dengan akses internet, seseorang bisa menikmati berita dari mana saja, kapan saja, dan dimana saja, semakin banyak pilihan, tidak seperti dulu lagi, harus menunggu berita dari TVRI saja misalnya. Tentu dengan semakin banyaknya berita ini, harusnya orang akan menjadi semakin pintar, karena adanya penyebaran informasi yang semakin banyak, cepat dan sedikit batas, tetapi apakah kenyataannya begitu, khusus bagi bangsa kita saya rasa belum.









Kenapa bisa begitu, saya kira problemnya adalah pada soal memilih tadi. Semakin banyak berita berarti semakin sulit untuk menentukan mana yang dibaca mana yang tidak, mana yang bisa membikin sakit kepala, bikin cerdas, dan mana pula yang hanya membuat kita menjadi tambah bodoh. Dunia yang begitu banyak informasi, yang seharusnya menjadi seperti ladang yang luas yang penuh dengan tanaman yang menyehatkan, tapi lama-lama akan  menjadi seperti pasar yang kacau, padat, dan penuh dengan sampah. Akhirnya sebagain besar orang akan kesulitan untuk memilih mana barang bagus, dan mana pula yang pada dasarnya adalah sampah semata.









Seperti kata Michael Gelb, dulu orang orang orang kesulitan untuk belajar meditasi karena harus pergi ke Tibet, tetapi sekarang orang sulit memilih website mana yang menyediakan meditasi yang benar, (How to think like Leonardo da Vinci, 2000). Hal ini memperkuat dugaan bahwa sekarang kesulitan sesorang justru menentukan pilihan bukan pada tahapan mencarinya.









Disinilah menurut saya pentingnya konsep “smart” perlu direvisi ulang pada diri kita masing-masing sesuai dengan jamannya. Seseorang yang dikatakan “smart” adalah sesorang yang bisa memilih dengan tepat berdasarkan kebutuhan. Bukan hanya pada kemampuan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dan menimbunnya di dalam otak.









Keahlian memilih akan menjadi instrument penting karena sebagian besar waktu hidup kita adalah untuk memilih. Semakin tepat membuat pilihan berarti semakin reliablenya hidup kita selanjutnya. Semakin reliable berarti ada kemungkinan besar bahwa kita akan mengakiri hidup ini dengan happy ending.









Dalam agama Islam pun membuat pilihan adalah urusan yang cukup penting, sehingga ada sholat khusus, shalat istikharah, sholat bagi seseorang yang ingin membuat keputusan. Ini menandakan bahwa proses mengambil keputusan memang bukan sesuatu yang mudah.









Maka hati hati dalam mengambil keputusan atas suatu pilihan, mengingat sulitnya mengambil keputusan itu, dengan juga mepertimbangkan efeknya yang luar biasa bagi kehidupan selanjutnya. Hati hati untuk mengatakan”tidak” atau ”iya”, terhadap sesuatu, hati hati bukan kecurigaan, karena kecurigaan lebih berasosiasi negatif, sedang hati-hati menurut saya lebih kearah sumbu positif. So selamat memilih and be smart!











































































salam,



~w~

2 comments:

  1. Memang betul mas, pilihan itu sesuatu yg sulit. Sebelumnya saya dihadapkan atas pilihan untuk mendapatkan Beasiswa (dan studi keluar negeri, dan mungkin ada prospek masa depan- yg aku nggak tau apa)atau tetap menjalani pekerjaanku ditanah air dan merawat anak-anakku. yang aku pilih, dan mungkin sebagian kecil wanita juga pasti akan memilih pilihan kedua, tapi aku hrs melewati bbrp cara dan jalan hingga akhirnya pilihan pertama yg kuambil dengan sangat berat hati dgn perasaan yg berdarah-darah. Ini bukan pilihan yg smart bagiku tapi aku sudah mengambilnya. To b cont'd

    ReplyDelete
  2. Tiga kata! Mbak rose hebat, terus berjuang mbak, kami disampingmu.

    ReplyDelete