Dalam mimpi saya yang sedang bermimpi, saya bertemu dengan adiknya teman saya. Oh bukan..pokoknya saya seperti mengenal dia. Karena dirinya merasa sungguh sangat muda, dia memanggil saya Om. Perempuan. Nama depannya Sin dengan nama keluarga yang tidak boleh saya sebutkan di sini. Sin memang agak sial sebab orang tuanya tak pernah mengerti bahwa Sin adalah frasa Inggris dengan terjemahan Indonesianya dosa. Anyway suatu saat saya akan bahas namanya ini lebih panjang lagi. Yang saya mau cerita di sini adalah tentang mimpi berlapis saya tadi malam.
Sin bertanya kepada saya, "Om, gimana caranya milih istri?"
"Hush, Aku belum beristri. Nggak tahu kali!"
"Tapi kan, Om. Paling tidak pernah baca buku, atau dengerin ceramah Aa, atau Apalah gitu."
Dia ngotot. Lalu saya carikanlah sumbernya di paman Google tercinta. Ketemulah saya dengan salah satu website yang menulis tentang hal tersebut, adalah sebuah terjemahan dari salah satu buku yang ditulis ulang pada suatu laman.
Maka saya bilang kepadanya , "Ini dia, Nduk". Gara gara dia manggil saya "Om" yang seharusnya Cak atau Mas, atau Kakak, maka saya panggil di Gendhuk (Panggilan untuk anak perempuan di Jawa).
"Dengerin baik-baik saya bacakan, inilah dia caranya memilih istri. Eh omong-omong untuk apa sieh nanya-nanya"
"Udahlah Om....Lanjut!"
"Okey...Jadi ini"
Quote-
Pertama, yang paling penting di antaranya, adalah kesucian akhlak. Jika seseorang mempunyai istri yang berakhlak tidakbaik dan ia tetap diam, ia mendapatkan nama jelek dan terhambat kehidupan keagamaannya. Jika ia angkat bicara, hidupnya menjadi rusak. Dan bila ia ceraikan istrinya, ia akan menderita kepedihan perpisahan. Seorang istri yang cantik tapi berakhlak buruk adalah bencana yang sedemikian besar, sehingga lebih baik bagi suaminya untuk menceraikannya. Nabi saw. bersabda; "Orang yang mencari istri demi kecantikannya atau kekayaannya akan kehilangan keduanya."
Sifat baik kedua dalam diri seorang istri adalah tabiat yang baik. Istri yang bertabiat buruk - tidak berterima kasih, suka bergunjing atau angkuh - membuat hidup tak tertanggungkan dan merupakan halangan besar untuk menjalin kehidupan takwa.
Sifat ketiga yang harus dicari adalah kecantikan, karena hal ini akan menimbulkan cinta dan kasih sayang. Oleh karena itu, seseorang mesti melihat seorang wanita sebelum mengawininya. Orang bijak berkata bahwa seseorang yang mengawini seorang wanita tanpa melihatnya lebih dulu, pasti akan menyesal kelak. Memang benar bahwa seseorang tidak seharusnya kawin demi kecantikan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa kecantikan mesti dianggap tidak penting sama sekali.
Hal penting keempat tentang seorang istri adalah bahwa besarnya mahar dibayarkan oleh seorang laki-laki kepada istrinya mesti dalam jumlah pertengahan. Nabi saw. bersabda: "Wanita yang paling baik untuk diperistri adalah yang maharnya kecil dan nilai kecantikannya besar." Beliau sendiri memberi mahar kepada beberapa calon istrinya sekitar sepuluh dirham, dan mahar putri-putri beliau sendiri tidak lebih daripada empat ratus dirham.
Sifat-sifat lain yang harus dimiliki seorang istri yang baik adalah: berasal dari keturunan baik-baik, belum kawin sebelumnya dan tidak terlalu dekat dalam hubungan kekeluargaan dengan suaminya. -End quote
"Jadi itu..Nduk syarat-syaratnya menjadi istri Om... Oh maksudku calon istri yang eligible"
"Jadi harus cantik, baik akhlaknya, dan dari keturunan baik-baik..ermmm!?"
"Halah, dengerin yang baik toh, Nduk. Cantik itu penting tapi bukan pertimbangan utama"
"Kayak politikus ajah si Om ini"
"Bukan emang begitu, kalo menurutku, ya. Yang terutama adalah Behave -akhlak-"
"Okey ..Tapi, btw btw..Om ini sudah calon suami yang eligible blom, ya..?"
"HUSH........"
Terbangunlah saya dari tidur.
************
Hbrg. 291108
Fiksi dengan Quote dari "Kimia Kebahagiaan" karya Imam Al-gazhali
midnight coffee
Saturday, 29 November 2008
Tuesday, 18 November 2008
lagi-lagi nama
Tadi pagi, saat menerima email dari sebuah conference tentang abstract yang saya kirim, saya kembali menemukan hal yang lucu dan tak bisa dijelaskan. Asal muasalnya cuman satu, yaitu nama saya yang cuman satu kata. Lalu untuk menyesuaikan dengan system mereka saya mendouble nama saya itu, jadinya seperti kata ulang. Hal itu saya lakukan selama ini ketika mengisikan data dalam hal-hal yang resmi. Seperti banyak diketahui family name itu mutlak di luar Indonesia (kali?) jadi kalo enggak ada ya harus ada. Dan kalo nama kamu seperti nama saya "single", maka cara termudah adalah mendoublenya. Meskipun dalam kartu credit atau kartu debit saya masih bisa menggunakan satu nama.
Kembali ke email saya pagi tadi, dari panitia conference itu. Ketika saya baca rewiernya menulis kayak gini.
Ya cuman begitu reviewnya, lagi-lagi nama saya bermasalah. Padahal saya pikir reviewernya bakalan menulis kritik mengenai isi dan sebagainya. Kejadian ini bukan yang pertama, Dulu waktu saya mendaftar sesuatu, panitianya ngirim kayak gini.
dan saya jawab apa...
Jadilah saya pidato budaya. Then, keknya saya perlu menambah nama seperti yang saya lakukan untuk laman gaul saya di FB :). Maka cobalah saya yang setengah pengangguran ini mencari di google, kira-kira seberat apa menambahkan nama keluarga, dan tentunya mendapat pengakuan hukum. Hasilnya tidak banyak. Namun, saya menemukan yang lebih lucu lagi, adalah nama bocah inggris yang mengklaim punya nama terpanjang. Bocah itu bernama:
By the way, katanya dia mau mendaftarkan dirinya ke Guinness Book of Records sebagai pemilik nama terpanjang dan menyaingi nama ini.
Rhoshandiatellyneshiaunneveshenk Koyaanisquatsiuth’ Williams
Okelah, nama yang bagus. But, hayo siapa yang mau ngapalin nama diatas, bakalan dapet coklat gratis dari saya :)
Tapi si "Captain Fantastic bla bla tadi.." takut bersaing dengan bocah dengan nama dibawah:
Autumn Sullivan Corbett Fitzsimmons Jeffries Hart Burns Johnson Willard Dempsey Tunney Schmeling Sharkey Carnera Baer Braddock Louis Charles Walcott Marciano Patterson Johansson Liston Clay Frazier Foreman Brown.
Jadi kayaknya satu nama lagi ( yang saya butuhkan itu) udah habis dipakai sama si bocah ini deh :) LOL
---
w...
Kembali ke email saya pagi tadi, dari panitia conference itu. Ketika saya baca rewiernya menulis kayak gini.
Accept. Pleace check the first name of the author
Ya cuman begitu reviewnya, lagi-lagi nama saya bermasalah. Padahal saya pikir reviewernya bakalan menulis kritik mengenai isi dan sebagainya. Kejadian ini bukan yang pertama, Dulu waktu saya mendaftar sesuatu, panitianya ngirim kayak gini.
Are you sure this is your name
dan saya jawab apa...
Yes it is, I am sure..because...
Jadilah saya pidato budaya. Then, keknya saya perlu menambah nama seperti yang saya lakukan untuk laman gaul saya di FB :). Maka cobalah saya yang setengah pengangguran ini mencari di google, kira-kira seberat apa menambahkan nama keluarga, dan tentunya mendapat pengakuan hukum. Hasilnya tidak banyak. Namun, saya menemukan yang lebih lucu lagi, adalah nama bocah inggris yang mengklaim punya nama terpanjang. Bocah itu bernama:
Captain Fantastic Faster Than Superman Spiderman Batman Wolverine Hulk And The Flash Combined
By the way, katanya dia mau mendaftarkan dirinya ke Guinness Book of Records sebagai pemilik nama terpanjang dan menyaingi nama ini.
Rhoshandiatellyneshiaunneveshenk Koyaanisquatsiuth’ Williams
Okelah, nama yang bagus. But, hayo siapa yang mau ngapalin nama diatas, bakalan dapet coklat gratis dari saya :)
Tapi si "Captain Fantastic bla bla tadi.." takut bersaing dengan bocah dengan nama dibawah:
Autumn Sullivan Corbett Fitzsimmons Jeffries Hart Burns Johnson Willard Dempsey Tunney Schmeling Sharkey Carnera Baer Braddock Louis Charles Walcott Marciano Patterson Johansson Liston Clay Frazier Foreman Brown.
Jadi kayaknya satu nama lagi ( yang saya butuhkan itu) udah habis dipakai sama si bocah ini deh :) LOL
---
w...
Friday, 24 October 2008
simple-sederhana, dan ya seperti itu...
Agak mengherankan juga memang bahwa hidup ini, termasuk hukum hukumnya bisa diformulasikan dalam suatu , prinsip, bentuk, atau pengertian yang hanya sederhana. Contoh yang paling terkenal adalah E equal to m time c kuadrat-nya Einstein. Energy setiap benda setara dengan massanya dikalikan kuadrat dari kecepatan cahaya. Simple. Konsekuensinya bukan main luar biasa, bisa menghancurkan Nagasaki dan Hiroshima dan menjadikan Amerika bangsa yang angkuh sampai sekarang. Tapi sebagian kalian mungkin tidak akan mengira bahwa untuk menurunkan (menghasilkan) persamaan itu, bukannya sesuatu yang mudah. Kalau tidak percaya pergilah ke sini. :), dan rasakan betapa tidak nyamannya upaya memahami sesuatu yang (sesungguhnya) tidaklah sangat complex itu.
Selain equation itu, masih banyak juga dalam fisika dimana kerumitan jika berhasil dipahami sesungguhnya adalah kesederhanaan. Jadi kerumitan pada dasarnya adalah kesederhanaan yang belum diketahui. Atau dengan kata lain, kerumitan sering ditemukan dalam upaya memahami. Kalau sudah mengerti dan paham, paling arek suroboyo kayak saya akan bilang "Eh..ngono tok, toh". Atau lebih ke barat "Hah, cuman gitu ajah".
Okey sejenak saya akan pindah ke cerita tadi siang, di mana saya sholat Jumat di suatu masjid Turky (bukan di Turky :))... Sekitar dua tahun yang lalu saya merasa masjid itu tidak seramai saat sekarang. Iya, Sekarang ini sangat ramai sekali. Begitu ramainya sampai seringkali para lelaki harus menggusur (menggunakan) tempat yang seharusnya digunakan beberapa remaja perempuan...(entah untuk apa remaja itu berada di situ pada jumat siang).
Ada dua hal yang menarik di sana: Pertama, tentu berkait kenapa jumlah jamaahnya semakin banyak; menyangkut hal ini saya mengajukan dua kemungkinan alasan yaitu: banyak orang tobat atau bertambahnya pemeluk islam. Mana yang menjadi alasan utama tentu saya tidak tahu pasti. Jadi, mari melangkah saja ke hal menarik berikutnya.
Adalah, dari sebuah experiment pikiran. Coba bayangkan kalo Tuhan juga mewajibkan perempuan untuk sholat Jum'at. Pasti masjid itu bakalan lebih ramai, tidak akan muat. Oke sekarang kita bawa bayanyan seperti itu ke Indonesia. Coba bayangkan kalau perempuan juga diwajibkan sholat jum'at apa yang terjadi di masjid-masjid pada jumat siang. Apa yang terjadi dengan Mall (Kasihan kan para pelanggan kalo mall harus tutup pada jumat siang..LOL). Tidak. Lebih utama tentu soal betapa tidak efectivenya masjid yang tentu harus cukup besar, tapi hanya digunakan jumat saja.
Jadi, kenapa perempuan tak diwajibkan sholat jum'at?. Alasan sesungguhnya jelas milik Allah. Tapi dalam frame pikiran manusia bukannya simple sangat. Sederhana saja! Itu mempermudah manusia sendiri. Effectiveness. (may be you have other arguments, hadist atau lainnya which is I dont know, I am happy if you could send me)
"Bagaimana dengan hak perempuan untuk sama di muka Tuhannya, Jumatan saja perempuan tak diwajibkan, kok pilih kasih sekali rasanya ya!"
Bukannya complicated sekali pernyataan di atas ya. Padahal sesunguhnya sesederhana yang saya duga di atas. Ya lebih efektif dunk (titik). Hal-hal yang seperti ini analog sekali dengan dengan persamaan fisik E=MC2 tadi, dimana sesuatu yang complicated sebenarnya adalah sangat sederhana juga. Tergantung berhasil apa tidak kita menemukan kesederhanaan itu, memahami kesederhanaan itu. Jika berhasil, I personally beleive that life is actually so simple.
Contoh lain yang berkait adalah (misalnya) masalah poligami.
simplenya : Jika kalian bisa adil (wahai para lelaki yang baik) kalian boleh menikah lebih dari satu, jika tidak, ya satu saja. (titik).
Apa yang complicated di situ. :))???
salam
w...
Selain equation itu, masih banyak juga dalam fisika dimana kerumitan jika berhasil dipahami sesungguhnya adalah kesederhanaan. Jadi kerumitan pada dasarnya adalah kesederhanaan yang belum diketahui. Atau dengan kata lain, kerumitan sering ditemukan dalam upaya memahami. Kalau sudah mengerti dan paham, paling arek suroboyo kayak saya akan bilang "Eh..ngono tok, toh". Atau lebih ke barat "Hah, cuman gitu ajah".
Okey sejenak saya akan pindah ke cerita tadi siang, di mana saya sholat Jumat di suatu masjid Turky (bukan di Turky :))... Sekitar dua tahun yang lalu saya merasa masjid itu tidak seramai saat sekarang. Iya, Sekarang ini sangat ramai sekali. Begitu ramainya sampai seringkali para lelaki harus menggusur (menggunakan) tempat yang seharusnya digunakan beberapa remaja perempuan...(entah untuk apa remaja itu berada di situ pada jumat siang).
Ada dua hal yang menarik di sana: Pertama, tentu berkait kenapa jumlah jamaahnya semakin banyak; menyangkut hal ini saya mengajukan dua kemungkinan alasan yaitu: banyak orang tobat atau bertambahnya pemeluk islam. Mana yang menjadi alasan utama tentu saya tidak tahu pasti. Jadi, mari melangkah saja ke hal menarik berikutnya.
Adalah, dari sebuah experiment pikiran. Coba bayangkan kalo Tuhan juga mewajibkan perempuan untuk sholat Jum'at. Pasti masjid itu bakalan lebih ramai, tidak akan muat. Oke sekarang kita bawa bayanyan seperti itu ke Indonesia. Coba bayangkan kalau perempuan juga diwajibkan sholat jum'at apa yang terjadi di masjid-masjid pada jumat siang. Apa yang terjadi dengan Mall (Kasihan kan para pelanggan kalo mall harus tutup pada jumat siang..LOL). Tidak. Lebih utama tentu soal betapa tidak efectivenya masjid yang tentu harus cukup besar, tapi hanya digunakan jumat saja.
Jadi, kenapa perempuan tak diwajibkan sholat jum'at?. Alasan sesungguhnya jelas milik Allah. Tapi dalam frame pikiran manusia bukannya simple sangat. Sederhana saja! Itu mempermudah manusia sendiri. Effectiveness. (may be you have other arguments, hadist atau lainnya which is I dont know, I am happy if you could send me)
"Bagaimana dengan hak perempuan untuk sama di muka Tuhannya, Jumatan saja perempuan tak diwajibkan, kok pilih kasih sekali rasanya ya!"
Bukannya complicated sekali pernyataan di atas ya. Padahal sesunguhnya sesederhana yang saya duga di atas. Ya lebih efektif dunk (titik). Hal-hal yang seperti ini analog sekali dengan dengan persamaan fisik E=MC2 tadi, dimana sesuatu yang complicated sebenarnya adalah sangat sederhana juga. Tergantung berhasil apa tidak kita menemukan kesederhanaan itu, memahami kesederhanaan itu. Jika berhasil, I personally beleive that life is actually so simple.
Contoh lain yang berkait adalah (misalnya) masalah poligami.
simplenya : Jika kalian bisa adil (wahai para lelaki yang baik) kalian boleh menikah lebih dari satu, jika tidak, ya satu saja. (titik).
Apa yang complicated di situ. :))???
salam
w...
Sunday, 19 October 2008
dan mereka
Mereka bertemu kembali. Sudah empatpuluh tahun.
"Aku paham tentang kamu sejak empatpuluh tahun lalu ditambah lima"
"Aku juga"
"Tapi aku hanya mau mengetahui apa yang ingin aku ketahui"
"Tidak berbeda denganku"
"Ya kita sama-sama menyukai kegelapan"
"Lebih tepatnya, suka melihat gelap daripada terang"
"Aku selalu melihatmu salah"
"Dulu kamu selalu kurang tepat, paling tidak bagiku"
"Ah! aku lupa tentang uang yang kau pinjamkan"
"Harus kuakui, hanya darimu aku belajar bagaimana caranya tidak menangis sepanjang malam"
"Terima kasih untuk kiriman lagu itu"
"Masih suka nonton film horor?"
"Tidak lagi, sejak para pembajak takut menjual DVD"
Dan mereka mulai membicarakan kebodohan sendiri. Bagaimana cara tepat memahami, sahabat? Keduanya tidak mengerti benar. Salah satu dari mereka berkata
"Tapi apalah fungsi semua itu?"
"Masa lalu tampak bodoh dalam bungkusnya-lelucon?"
"Biarkanlah"
Mereka bersepakat.
"Kini aku melihat bagian terangmu saja, lihat sendiri selainnya"
"Ya! dan aku tahu hari ini aku lebih baik"
Salah satu dari mereka mengangguk. Sama dengan mereka empatpuluh tahun yang lalu. Mengangguk untuk suatu yang berbeda.
"Lebih baik kita berpisah, di sini!"
"Baiklah"
"Okey."
"Oh iya, kalau begitu kita tidak usah bertemu lagi, sampai kapan pun"
#
"Aku paham tentang kamu sejak empatpuluh tahun lalu ditambah lima"
"Aku juga"
"Tapi aku hanya mau mengetahui apa yang ingin aku ketahui"
"Tidak berbeda denganku"
"Ya kita sama-sama menyukai kegelapan"
"Lebih tepatnya, suka melihat gelap daripada terang"
"Aku selalu melihatmu salah"
"Dulu kamu selalu kurang tepat, paling tidak bagiku"
"Ah! aku lupa tentang uang yang kau pinjamkan"
"Harus kuakui, hanya darimu aku belajar bagaimana caranya tidak menangis sepanjang malam"
"Terima kasih untuk kiriman lagu itu"
"Masih suka nonton film horor?"
"Tidak lagi, sejak para pembajak takut menjual DVD"
Dan mereka mulai membicarakan kebodohan sendiri. Bagaimana cara tepat memahami, sahabat? Keduanya tidak mengerti benar. Salah satu dari mereka berkata
"Tapi apalah fungsi semua itu?"
"Masa lalu tampak bodoh dalam bungkusnya-lelucon?"
"Biarkanlah"
Mereka bersepakat.
"Kini aku melihat bagian terangmu saja, lihat sendiri selainnya"
"Ya! dan aku tahu hari ini aku lebih baik"
Salah satu dari mereka mengangguk. Sama dengan mereka empatpuluh tahun yang lalu. Mengangguk untuk suatu yang berbeda.
"Lebih baik kita berpisah, di sini!"
"Baiklah"
"Okey."
"Oh iya, kalau begitu kita tidak usah bertemu lagi, sampai kapan pun"
#
Wednesday, 8 October 2008
pada akhirnya, jangan jatuh cinta
Ketika itu ada dua pemuda , umurnya dua puluhan, sedang duduk di sebuah bangku taman tempat mereka belajar tentang suatu mata kuliah yang sulit. Mereka berdua hampir putus asa, tapi ada senior datang ke meja mereka, adalah senior yang sudah bekerja di perusahaan multi nasional yang lagi liburan. Petuah yang teringat..work hard and you will happy at the end. Kedua mahasiswa itu tak tanpa sadar terobsesi oleh...you will happy at the end..karena kerja keras akan menghasilkan karir bagus...karir yang mulus adalah multinational atau perusahaan national yang yang terkenal, bonafit, banyak orang pintar di sana (meski pintar mungkin hanya soal nasib baik), kuliah luar negeri.
Pada malam ini, setelah lelah baca berita-berita politik, one those students stuck at this news.
Burhanuddin Abdullah, enam puluh tahun lebih, karir yang mencengangkan sarjana pertanian, kerja di Unilever, master di Amrik, lalu kerja di IMF dan pada akhirnya jadi pejabat kelas atas BI, recently, gubenur BI dan kini ia menghadapi 8 tahun tuntutan penjara..simply karena keputusan yang salah" di sini
Ya, tentu saya tidak tahu apakah pak Burhanudin lagi bahagia dengan tuntutan itu, dalam ukuran saya tua dalam penjara adalah tidak menyenangkan. Apalagi setelah karir ynag setinggi bintang, simply seperti meminum jamu pahit setelah pesta minum sari buah.
Dan tidak hanya sedikit, banyak manusia yang jatuh pada jalur yang sama. Kesuksesan masa muda tak menggambarkan sepenuhnya akhir cerita.
Sepertinya bagi manusia harus ada hal lain setelah; karir yang bagus, jabatan tinggi, nama harum di koran nasional, nasib yang selalu beruntung.
seuatu yang rumit untuk dijaga, yaitu tidak terlalu jatuh cinta pada semua itu.
salam
w...
Pada malam ini, setelah lelah baca berita-berita politik, one those students stuck at this news.
Burhanuddin Abdullah, enam puluh tahun lebih, karir yang mencengangkan sarjana pertanian, kerja di Unilever, master di Amrik, lalu kerja di IMF dan pada akhirnya jadi pejabat kelas atas BI, recently, gubenur BI dan kini ia menghadapi 8 tahun tuntutan penjara..simply karena keputusan yang salah" di sini
Ya, tentu saya tidak tahu apakah pak Burhanudin lagi bahagia dengan tuntutan itu, dalam ukuran saya tua dalam penjara adalah tidak menyenangkan. Apalagi setelah karir ynag setinggi bintang, simply seperti meminum jamu pahit setelah pesta minum sari buah.
Dan tidak hanya sedikit, banyak manusia yang jatuh pada jalur yang sama. Kesuksesan masa muda tak menggambarkan sepenuhnya akhir cerita.
Sepertinya bagi manusia harus ada hal lain setelah; karir yang bagus, jabatan tinggi, nama harum di koran nasional, nasib yang selalu beruntung.
seuatu yang rumit untuk dijaga, yaitu tidak terlalu jatuh cinta pada semua itu.
salam
w...
Tuesday, 16 September 2008
memahami, mengerti atau mengetahui atau?
Mungkin agak klasik, atau agak umum dijumpai bahwa ada suatu pendapat; keberagamaan seseorang i.e. pernyataan seseorang menganut agama, atau percaya Tuhan tidak serta merta berbuah pada perilaku. Maka sering kali arahnya, atau jawaban kita adalah mereka (some of them) tidak memahami maksud dari keberagamaan itu. Lalu ada juga kasus dimana pengetahuan agama seseorang tidak berbanding lurus (atau exponential?), tapi malah mengarah pada perbandingan terbalik. Entahlah tidak serta merta menjadi pasti apakah hal seperti itu benar adanya atau itu hanya media saja yang terlalu bersuara. Maka Saya tidak akan bertanya tanya kenapa bisa terjadi seperti itu atau apa solusinya tapi saya lebih tertarik ke perbedaan kata memahami, mengerti atau mengetahui, yang insyaallah berhubungan sekali dengan yang saya maksud dengan ke-Tuhanan tadi.
Namun sebelumnya lebih baik saya mengucapkan terimakasih lebih dahulu kepada diknas yang membangun situs ini.
Jadi inilah kutipan arti dari kata
Jadi saya dapat make a concluding remarks bahwa memahami itu adalah mengerti suatu maksud, dan mengerti suatu maksud mempunyai atribute pengetahuan, dan pengetahuan dibangun dari pengalaman. Urutannya menurut saya begini.
Di sana dapat dilihat bahwa, pengalaman adalah atribut penting dalam pemahaman. Yang kedua pengetahuan diperlukan agar seseorang bisa mengerti tentang pengalaman yang telah didapat. Mungkin di sinilah pentingnya, atau fungsinya atau manfaatnya beribadah itu, mencari suatu pengalaman. Tetapi menurut saya lagi pengalaman tidak serta merta dari ibadah down-up kepada Tuhan saja, melainkan pengalaman pengalaman lain dalam hidup termasuk pengalaman bertemu, bergaul dengan variasi karakter.
Melihat keterkaitan antara pengalaman dan pemahaman, dapat juga diduga bahwa pengalaman, atau pengetahuan seseorang tidak serta merta berbuah pemahaman. Seperti banyak diketahui bahwa pengalaman lebih berasosiasi ke action (tindakan) maka gagal memahami berarti tidak berhasil membuat suatu actian berdasarkan pemahamannya.
So, pengalaman yang luas, pengetahuan luas, pengertian yang luas, tidak serta merta menjadikan seorang berperilaku baik (gagal memahami). tapi juga pemahaman tidak serta merta didapat tanpa pengetahuan dan pengalaman.
Jadi sepertinya siklus berlangsung juga dalam hal ini. Dan semoga kita bukan bagian dari orang yang gagal memahami tadi.
salam
w...
Namun sebelumnya lebih baik saya mengucapkan terimakasih lebih dahulu kepada diknas yang membangun situs ini.
Jadi inilah kutipan arti dari kata
me·ma·hami v 1 mengerti benar (akan); mengetahui benar: ia ~ bahasa dan kebudayaan Arab; 2 memaklumi; mengetahui: pemimpin harus dapat ~ kehendak rakyat;
er·ti n arti;
meng·er·ti v (telah dapat) menangkap (memahami, tahu) apa yg dimaksud oleh sesuatu; paham: rupanya ia tidak ~ maksud perkataan itu; berkali-kali diajar, belum ~ juga;
me·nge·ta·hui v 1 memaklumi; menyaksikan; tahu akan: kami belum ~ apa sebabnya dia tidak datang; 2 tahu dng menilik ciri-ciri (tanda-tanda dsb); mengenal: saya ~ Ali dr suaranya; 3 menyadari; menginsafi: dia belum ~ bahwa pencuri itu sudah berada di kamarnya;
tidak ~ daratan lagi, ki tidak sadar lagi;
Jadi saya dapat make a concluding remarks bahwa memahami itu adalah mengerti suatu maksud, dan mengerti suatu maksud mempunyai atribute pengetahuan, dan pengetahuan dibangun dari pengalaman. Urutannya menurut saya begini.
mengalami-->mengetahui-->mengerti-->memahami
Di sana dapat dilihat bahwa, pengalaman adalah atribut penting dalam pemahaman. Yang kedua pengetahuan diperlukan agar seseorang bisa mengerti tentang pengalaman yang telah didapat. Mungkin di sinilah pentingnya, atau fungsinya atau manfaatnya beribadah itu, mencari suatu pengalaman. Tetapi menurut saya lagi pengalaman tidak serta merta dari ibadah down-up kepada Tuhan saja, melainkan pengalaman pengalaman lain dalam hidup termasuk pengalaman bertemu, bergaul dengan variasi karakter.
Melihat keterkaitan antara pengalaman dan pemahaman, dapat juga diduga bahwa pengalaman, atau pengetahuan seseorang tidak serta merta berbuah pemahaman. Seperti banyak diketahui bahwa pengalaman lebih berasosiasi ke action (tindakan) maka gagal memahami berarti tidak berhasil membuat suatu actian berdasarkan pemahamannya.
So, pengalaman yang luas, pengetahuan luas, pengertian yang luas, tidak serta merta menjadikan seorang berperilaku baik (gagal memahami). tapi juga pemahaman tidak serta merta didapat tanpa pengetahuan dan pengalaman.
Jadi sepertinya siklus berlangsung juga dalam hal ini. Dan semoga kita bukan bagian dari orang yang gagal memahami tadi.
salam
w...
Saturday, 13 September 2008
tawuran dan apa kata mereka?
Kemarin sempat chat sama seorang teman, dan seperti biasa saya bertanya bagaimana khabarnya. Dan seperti biasa juga ia akan menjawab dalam kondisi baik, maka kami bergeser membicarakan masalah lain. Sesuatu yang sesungguhnya tidak mengherankan saya i.e. "tawuran" yang banyak terjadi sekarang, meski sekarang adalah bulan R. Lalu saya mengecek situs-situs berita, dan saya temukan judul online news semacam ini;
Kalau mau membaca beritanya (sebenarya bukan berita) bisa disini
Ada dua point disini yang menurut saya penting untuk dipikirkan baik-baik, pertama judul berita yanng pertama "usai tarawih, warga tawuran". Saya menduga most of us akan berpikir bahwa, dari kalimat ini bisa ditarik pertanda secara cepat bahwa;
Pada point 2, dapat dilihat penulis mengunakan frame time pembaca, dan kesannya seakan-akan semua peserta tawuran adalah orang-orang yang habis melakukan sholat tarawih, Which is kondisi seperti itu tidak terklarifikasi.
Judul yang lain yang hampir mirip adalah
Lalu dapat di garis bawahi di sini adalah, penulis berita itu mendapatakan respon sesuai yang diinginkan, coba lihat komen pembaca berita itu. saya ambil contoh satu komen
Dari komen itu dapat saya ambil beberapa hal penting bahwa penaruh komen itu bertanya "apa yang didoakan selama tarawih" dimana pernyataan seperti menyimpan suatu under estimasi, kalau enggak retorik !? terhadap fungsi terawih. Dimana hal tersebut medekonstruksi banyak pemikiran orang bahwa tarawih akan memberi berkah pada mereka. Dimana dekonstruksi seperti itu sangat berbahaya.
Kedua, penulis komen, meng-under estimate kan bangsa sendiri, tapi menaruhnya penuh generalisasi, jadi menganggap bahwa bangsa ini benar-benar ironis meski ramadhan, which is tidak selamanya benar.
Kesimpulan saya adalah, bahasa pers itu benar benar penuh maksud, meski mungkin tidak dikehendaki oleh penulisnya, namun secara sistematis akan membentuk frame berpikir seseorang terhadap suatu masalah. Dan berita berita itulah yang membangun karakter banyak orang. Percaya atau tidak.
salam
w...
"Usai Tarawih, Warga Tawuran"
Kalau mau membaca beritanya (sebenarya bukan berita) bisa disini
Ada dua point disini yang menurut saya penting untuk dipikirkan baik-baik, pertama judul berita yanng pertama "usai tarawih, warga tawuran". Saya menduga most of us akan berpikir bahwa, dari kalimat ini bisa ditarik pertanda secara cepat bahwa;
- Semua peserta tawuran adalah orang orang yang telah selesai melaksanakan sholat tarwih
- Jika usai tarawih hanya sebagai penanda waktu, kenapa tidak menggunakan "usai waktu tarawih" sebab usai tarawih means sesuatu yang aktif, ada subjectnya yaitu dalam hal ini adalah orang-orang yang tarawih.
Pada point 2, dapat dilihat penulis mengunakan frame time pembaca, dan kesannya seakan-akan semua peserta tawuran adalah orang-orang yang habis melakukan sholat tarawih, Which is kondisi seperti itu tidak terklarifikasi.
Judul yang lain yang hampir mirip adalah
"Habis Sahur, Tawuran di Jakarta Barat"
Lalu dapat di garis bawahi di sini adalah, penulis berita itu mendapatakan respon sesuai yang diinginkan, coba lihat komen pembaca berita itu. saya ambil contoh satu komen
"Aneh, apa ya didoain selama tarawih... sedih banget, habis beribadah dah tawuran...katanya mau nyucikan ramadhan. Ironis banget warga bangsaku ini. Ampuni kami ya Allah"
Dari komen itu dapat saya ambil beberapa hal penting bahwa penaruh komen itu bertanya "apa yang didoakan selama tarawih" dimana pernyataan seperti menyimpan suatu under estimasi, kalau enggak retorik !? terhadap fungsi terawih. Dimana hal tersebut medekonstruksi banyak pemikiran orang bahwa tarawih akan memberi berkah pada mereka. Dimana dekonstruksi seperti itu sangat berbahaya.
Kedua, penulis komen, meng-under estimate kan bangsa sendiri, tapi menaruhnya penuh generalisasi, jadi menganggap bahwa bangsa ini benar-benar ironis meski ramadhan, which is tidak selamanya benar.
Kesimpulan saya adalah, bahasa pers itu benar benar penuh maksud, meski mungkin tidak dikehendaki oleh penulisnya, namun secara sistematis akan membentuk frame berpikir seseorang terhadap suatu masalah. Dan berita berita itulah yang membangun karakter banyak orang. Percaya atau tidak.
salam
w...
Subscribe to:
Posts (Atom)